logo logo

Portal media terdepan yang menyajikan informasi terkini seputar dunia teknologi, gadget, dan inovasi digital di Indonesia.

Sentral Media

Langganan Update Teknologi

Dapatkan rangkuman berita mingguan langsung ke email Anda.

Daftar Newsletter

Surabaya, Indonesia

Kota Surabaya, Jawa Timur

Email: redaksi@sentralmediateknologi.id

Frontend & Ui/Ux

CSS Selectors Dasar: Tag, Class, dan ID.

Pelajari perbedaan penggunaan Selector Tag, Class, dan ID dalam CSS. Panduan praktis untuk mengelola gaya elemen pada proyek web secara efisien dan rapi.

avatar
Super Administrator

SentralMediaTeknologi.id


  • 21 Apr 2026
  • 14:29 WIB


1. Mengenal 3 Pilar Selector Utama

Dalam pengembangan portal berita seperti SatuMedia, kamu akan sering berurusan dengan tiga jenis selector ini. Masing-masing memiliki tingkat spesifikasitas yang berbeda.

A. Tag Selector (Selector Elemen)

Digunakan untuk memberikan gaya ke semua elemen dengan tag yang sama.

  • Analogi: Memberikan seragam kepada semua siswa di sekolah.

  • Contoh: p { color: grey; } akan membuat semua paragraf di website menjadi abu-abu.

B. Class Selector (.)

Digunakan untuk memberikan gaya ke sekelompok elemen tertentu, tanpa mempedulikan jenis tag-nya.

  • Analogi: Memberikan pita merah hanya kepada siswa yang ikut ekskul musik.

  • Contoh: .text-merah { color: red; } bisa ditempelkan ke

    ,

    , atau .

C. ID Selector (#)

Digunakan untuk memberikan gaya ke satu elemen unik saja dalam satu halaman.

  • Analogi: Memberikan lencana khusus kepada satu orang Kepala Sekolah.

  • Contoh: #header-utama { background: black; }.


2. Perbandingan Spesifikasitas (Hierarki Kekuatan)

Jika satu elemen dipengaruhi oleh ketiga selector tersebut dengan warna yang berbeda, manakah yang menang? CSS memiliki aturan "Hierarchy of Specificity":

Tipe Selector Simbol Spesifikasitas Kapasitas Penggunaan
ID # Tinggi (Paling Kuat) Hanya 1x per halaman
Class . Sedang Bisa berkali-kali
Tag (Nama Tag) Rendah Global

3. Tutorial: Implementasi pada Struktur SatuMedia

Mari kita terapkan pada komponen nyata. Bayangkan kamu ingin mengatur gaya pada berita utama dan sidebar.

Kode HTML:

HTML
<main id="main-content"> <article class="card-berita"> <h2 class="judul-berita">Laravel di M4 Chiph2> article> <article class="card-berita"> <h2 class="judul-berita">Update Kolak Pisang Apph2> article> main>

Kode CSS:

< div class="code-block ng-tns-c363643985-133 ng-animate-disabled ng-trigger ng-trigger-codeBlockRevealAnimation" data-hveid="0" data-ved="0CAAQhtANahgKEwi5pJf5j_-TAxUAAAAAHQAAAAAQwwE">
CSS
/* 1. Global: Semua artikel punya font sans-serif */
article { font-family: sans-serif;
} /* 2. Class: Semua kartu berita punya border dan bayangan */
.card-berita { border: 1px solid #ddd; padding: 15px; margin-bottom: 10px; border-radius: 8px;
} /* 3. Class: Mengatur warna judul berita */
.judul-berita { color: #2980b9;
} /* 4. ID: Memberikan background khusus hanya untuk area main content */
#main-content { background-color: #f4f4f4; padding: 20px;
}

Tips Profesional untuk Dika

  1. Gunakan Class Lebih Sering: Dalam proyek Laravel, lebih baik menggunakan Class daripada ID untuk styling. Hal ini membuat CSS kamu lebih reusable (bisa dipakai ulang) dan fleksibel.

  2. ID untuk JavaScript: Simpan penggunaan ID terutama untuk keperluan anchor link atau manipulasi JavaScript (DOM), bukan untuk gaya utama.

  3. Naming Convention: Karena kamu sedang membangun brand (SatuMedia), gunakan nama class yang deskriptif, misalnya .news-thumbnail daripada .gambar1. Ini akan mempermudah kamu saat melakukan debugging di MacBook M4 kamu.


Kesimpulan

Selector adalah cara kamu berkomunikasi dengan browser tentang elemen mana yang harus terlihat cantik. Dengan menguasai Tag, Class, dan ID, kamu sudah memiliki kendali penuh atas visual website kamu.

Stories

avatar

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.


Bagikan artikel ini

Stay Connected