Pengkondisian Part 1: If, Else If, dan Else

1. Pernyataan if (Jika)
Ini adalah bentuk dasar pengkondisian. Blok kode di dalamnya hanya akan dijalankan jika kondisi di dalam kurung bernilai true.
-
Aturan: Jika kondisi salah, program akan langsung melewati blok kode tersebut dan lanjut ke baris berikutnya.
-
Contoh: Memeriksa apakah nilai cukup untuk lulus.
2. Pernyataan else (Lainnya)
else digunakan sebagai rencana cadangan (fallback). Blok kode ini akan dijalankan hanya jika semua kondisi if di atasnya bernilai false.
-
Aturan:
elsetidak membutuhkan kondisi di dalam kurung karena ia menangkap semua kasus yang tidak terpenuhi sebelumnya.
3. Pernyataan else if (Pilihan Lain)
Jika Anda memiliki lebih dari dua kemungkinan, else if digunakan untuk menambahkan cabang logika tambahan.
-
Aturan: Browser akan memeriksa kondisi satu per satu dari atas ke bawah. Begitu satu kondisi terpenuhi, browser akan menjalankan kodenya dan mengabaikan sisa pengkondisian di bawahnya.
Tutorial: Implementasi Penentuan Grade Nilai
Bayangkan Anda sedang membuat sistem manajemen sekolah. Mari kita susun logika untuk menentukan grade siswa berdasarkan nilai mereka:
let nilaiSiswa = 85; if (nilaiSiswa >= 90) { console.log("Grade: A (Luar Biasa!)");
} else if (nilaiSiswa >= 75) { console.log("Grade: B (Bagus)");
} else if (nilaiSiswa >= 60) { console.log("Grade: C (Cukup)");
} else { console.log("Grade: D (Perlu Belajar Lagi)");
}
Tabel Ringkasan Struktur
| Komponen | Kegunaan | Wajib Ada? |
if |
Mengecek kondisi pertama. | Ya (Sebagai pembuka). |
else if |
Mengecek kondisi tambahan jika if gagal. |
Tidak (Opsional, bisa banyak). |
else |
Dijalankan jika semua kondisi di atas gagal. | Tidak (Opsional, hanya satu). |
Kesimpulan
Struktur if, else if, dan else adalah tulang punggung logika aplikasi. Dengan memahami alur ini, Anda bisa membuat website yang interaktif dan responsif terhadap input pengguna. Namun, jika Anda memiliki terlalu banyak pilihan (misalnya lebih dari 5 else if), kode bisa menjadi sulit dibaca.