logo logo

Portal media terdepan yang menyajikan informasi terkini seputar dunia teknologi, gadget, dan inovasi digital di Indonesia.

Sentral Media

Langganan Update Teknologi

Dapatkan rangkuman berita mingguan langsung ke email Anda.

Daftar Newsletter

Surabaya, Indonesia

Kota Surabaya, Jawa Timur

Email: redaksi@sentralmediateknologi.id

Frontend & Ui/Ux

Konvensi Penamaan Variabel: camelCase, PascalCase, dan snake_case

Panduan lengkap konvensi penamaan variabel dalam pemrograman: camelCase, PascalCase, dan snake_case. Pelajari standar penulisan kode (coding standard) yang benar untuk JavaScript, PHP, dan database agar kode Anda lebih bersih, profesional, dan mudah dikolaborasikan.

avatar
Super Administrator

SentralMediaTeknologi.id


  • 25 Apr 2026
  • 17:43 WIB
JAVASCRIPT DASAR LOGIKA PROGRAMING
JAVASCRIPT DASAR LOGIKA PROGRAMING

Konvensi Penamaan Variabel: camelCase, PascalCase, dan snake_case

Dalam dunia pemrograman, menulis kode yang bisa dibaca oleh mesin itu mudah; namun menulis kode yang bisa dipahami oleh manusia (dan diri Anda sendiri di masa depan) adalah sebuah seni. Salah satu fondasi utama dari kode yang bersih (clean code) adalah konsistensi dalam memberikan nama pada variabel, fungsi, kelas, dan tabel database.

Sebagai seorang Fullstack atau Backend Developer, Anda pasti sering berpindah-pindah konteks antara JavaScript di frontend, PHP (Laravel) di backend, dan SQL di database. Setiap lingkungan ini memiliki "dialek" penamaannya masing-masing. Mari kita bedah tiga konvensi paling populer agar kode Anda berstandar industri.


1. camelCase (Si Punuk Unta)

Bentuk: Huruf pertama dari kata pertama ditulis kecil (lowercase), dan huruf pertama dari kata-kata berikutnya ditulis kapital (uppercase). Tanpa spasi.

Contoh: namaPenulis, totalSkorTrending, getNewsData().

Kapan Digunakan?

  • JavaScript: Ini adalah standar mutlak dan tidak bisa ditawar untuk penamaan variabel, array, object, dan fungsi di ekosistem JavaScript/TypeScript.

  • PHP / Laravel: Digunakan untuk penamaan method (fungsi) di dalam Class, serta nama properti objek.

Contoh Kasus (JS & PHP):

JavaScript
// JavaScript: Menghitung skor untuk algoritma trending SatuMedia
let totalViewers = 1500;
fu nction calculateTrendingScore(views, shares) { let finalScore = views + (shares * 2); return finalScore;
}


2. PascalCase (Si Kapital Semua)

Bentuk: Sama seperti camelCase, namun huruf paling pertama juga ditulis kapital. Sering juga disebut UpperCamelCase.

Contoh: NewsController, BirthCertificate, UserAuth.

Kapan Digunakan?

Konvensi ini secara universal digunakan untuk penamaan struktur tingkat tinggi (high-level structures), baik di JavaScript maupun PHP.

  • Nama Kelas (Class/Object-Oriented Programming).

  • Nama Model, Controller, dan Interface.

  • Komponen Frontend (seperti nama komponen React/Vue).

Contoh Kasus (Laravel/PHP):

PHP
// PHP: Pembuatan Class Controller
class ArticleController extends Controller { < span class="hljs-comment">// ...
} // PHP: Model Eloquent
class BirthCertificate extends Model { // ...
}


3. snake_case (Si Ular Merayap)

Bentuk: Semua huruf ditulis kecil, dan setiap spasi digantikan oleh garis bawah (underscore).

Contoh: first_name, created_at, birth_certificates.

Kapan Digunakan?

  • Database (SQL/MySQL): Standar industri mutlak untuk penamaan tabel dan kolom. Karena banyak sistem database tidak membedakan huruf besar/kecil secara default ( case-insensitive), penggunaan underscore membuat nama kolom panjang tetap terbaca.

  • Variabel PHP Tradisional: Meskipun modern PHP/Laravel merekomendasikan camelCase untuk variabel, Anda masih akan sangat sering melihat snake_case dalam array key atau saat berinteraksi dengan struktur database.

  • Python: Ini adalah standar utama bahasa Python.

Contoh Kasus (Laravel Migration):

PHP
// PHP: Schema migration untuk aplikasi Kolak Pisang
Schema::create('birth_certificates', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('file_path'); // snake_case untuk kolom DB $table->unsignedBigInteger('user_id'); $table->timestamps();
});


Bonus: kebab-case (Si Sate)

Bentuk: Semua huruf ditulis kecil, dan spasi digantikan dengan tanda hubung/strip (hyphen).

Contoh: btn-primary, user-profile, berita-terkini.

Kapan Digunakan?

  • CSS & HTML: Standar utama untuk penamaan class CSS (ingat utility class di Tailwind seperti text-center, mt-4).

  • URL/Routing: Sangat disarankan untuk digunakan pada struktur URL (SLUG) website agar ramah SEO.

    • Benar: riwara.id/berita-politik-hari-ini

    • Salah: riwara.id/berita_politik_hari_ini atau riwara.id/beritaPolitikHariIni


Tabel Ringkasan untuk Fullstack Developer

Elemen Pemrograman Konvensi Standar Contoh
Tabel Database snake_case (Plural) users, news_articles
Kolom Database snake_case created_at, sync_status
Class / Model / Controller PascalCase NewsPortal, DuitkuPayment
Fungsi / Method (JS & PHP) camelCase generateRssFeed(), validateSignature()
Variabel JavaScript camelCase articleList, isMenuOpen
Class CSS & URL Slug kebab-case bg-blue-500, /api/v1/sync-data

Tips Pro: Hindari "Gado-Gado"

Kesalahan terbesar pemula adalah mencampur aduk konvensi dalam satu file atau satu fungsi. Jika Anda sedang menulis script validasi API menggunakan JavaScript, tetaplah disiplin menggunakan camelCase untuk semua variabelnya, meskipun data JSON yang Anda terima dari backend mungkin berformat snake_case. (Biasanya digunakan teknik mapping atau transformer untuk menyeragamkannya).

Stories

avatar

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.


Bagikan artikel ini

Stay Connected