logo logo

Portal media terdepan yang menyajikan informasi terkini seputar dunia teknologi, gadget, dan inovasi digital di Indonesia.

Sentral Media

Langganan Update Teknologi

Dapatkan rangkuman berita mingguan langsung ke email Anda.

Daftar Newsletter

Surabaya, Indonesia

Kota Surabaya, Jawa Timur

Email: redaksi@sentralmediateknologi.id

Frontend & Ui/Ux

Kontrol Item Flex: Flex-Grow, Flex-Shrink, Flex-Basis.

Panduan ini akan membedah tiga serangkai properti individu Flexbox: flex-grow (pertumbuhan), flex-shrink (penyusutan), dan flex-basis (ukuran awal). Anda juga akan mempelajari cara menggunakan shorthand flex yang lebih efisien untuk menciptakan elemen layout yang sangat adaptif.

avatar
Super Administrator

SentralMediaTeknologi.id


  • 25 Apr 2026
  • 16:42 WIB
Css3
Css3 (Foto: Text Formatting: Text-Align, Text-Decoration, Text-Transform, Letter-Spacing.)

 

 


Kontrol Item Flex: Memahami Grow, Shrink, dan Basis

Bayangkan Anda memiliki sebuah kotak (kontainer) dan tiga buah balon di dalamnya. Properti ini menentukan seberapa besar balon-balon tersebut akan mengembang atau mengempis untuk memenuhi kotak tersebut.

1. Flex-Basis (Ukuran Awal)

flex-basis menentukan ukuran awal sebuah elemen sebelum sisa ruang didistribusikan.

  • Nilai: Bisa berupa px, %, em, atau auto (default).

  • Fungsi: Jika flex-direction adalah row, maka flex-basis menentukan lebar. Jika column, maka ia menentukan tinggi.

2. Flex-Grow (Kemampuan Tumbuh)

Properti ini menentukan kemampuan sebuah elemen untuk membesar mengisi sisa ruang kosong di dalam kontainer.

  • Nilai: Angka tanpa satuan (Default adalah 0, yang berarti tidak tumbuh).

  • Logika: Jika semua item memiliki flex-grow: 1, maka sisa ruang akan dibagi rata. Jika salah satu item memiliki flex-grow: 2, ia akan mengambil ruang kosong dua kali lebih banyak dibanding yang lain.

3. Flex-Shrink (Kemampuan Menyusut)

Properti ini menentukan bagaimana elemen mengecil jika ruang di dalam kontainer tidak mencukupi.

  • Nilai: Angka tanpa satuan (Default adalah 1, yang berarti boleh menyusut).

  • Logika: Nilai 0 akan mencegah elemen menyusut (elemen akan tetap pada ukuran aslinya meskipun meluap dari kontainer).


4. Properti Shorthand: flex

Sangat disarankan untuk menggunakan shorthand flex daripada menuliskan ketiganya secara terpisah.

Sintaks: fle x: [grow] [shrink] [basis];

Contoh Umum:

  • flex: 1; (Sama dengan flex: 1 1 0%). Elemen akan tumbuh memenuhi ruang.

  • flex: 0 0 200px; (Sama dengan lebar tetap 200px, tidak tumbuh, tidak menyusut).


Tutorial: Membuat Layout Sidebar dan Konten

Mari kita terapkan pada portal SatuMedia untuk membuat area konten utama yang fleksibel dengan sidebar yang ukurannya tetap.

Struktur HTML

HTML
<div class="main-layout"> <aside class="sidebar">Sidebar (Tetap)aside> <main class="content">Konten Utama (Fleksibel)main>
div>

Kode CSS

CSS
.main-layout { display: flex; gap: 20px;
} .sidebar { /* Tidak tumbuh, tidak menyusut, ukuran dasar 250px */ flex: 0 0 250px; background-color: #f4f4f4; padding: 20px;
} .content { /* Tumbuh mengisi sisa ruang, boleh menyusut, ukuran dasar 0 */ flex: 1; background-color: #ffffff; padding: 20px; border: 1px solid #ddd;
}


Tips Pro untuk Developer

  1. Gunakan Flex: 1 untuk Form: Saat membuat form pencarian, berikan flex: 1 pada elemen dan biarkan tombol

     

  2. Mencegah Gambar Penyet: Seringkali gambar di dalam flexbox menyusut secara tidak proporsional. Memberikan flex-shrink: 0 pada elemen pembungkus gambar akan menjaga ukurannya tetap stabil.

  3. Flex-basis vs Width: Jika Anda menggunakan Flexbox, lebih baik gunakan flex-basis daripada width. flex-basis lebih fleksibel karena ia bekerja secara cerdas mengikuti arah flex-direction.

 

Stories

avatar

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.


Bagikan artikel ini

Stay Connected