logo logo

Portal media terdepan yang menyajikan informasi terkini seputar dunia teknologi, gadget, dan inovasi digital di Indonesia.

Sentral Media

Langganan Update Teknologi

Dapatkan rangkuman berita mingguan langsung ke email Anda.

Daftar Newsletter

Surabaya, Indonesia

Kota Surabaya, Jawa Timur

Email: redaksi@sentralmediateknologi.id

Frontend & Ui/Ux

Tipe Data Primitif dalam JavaScript: Fondasi Utama Logika Kode

Panduan lengkap memahami 7 tipe data primitif dalam JavaScript: String, Number, BigInt, Boolean, Undefined, Null, dan Symbol. Pelajari karakteristik, perbedaan, dan cara penggunaannya untuk menulis logika program yang lebih solid dan bebas bug.

avatar
Super Administrator

SentralMediaTeknologi.id


  • 25 Apr 2026
  • 17:45 WIB
JAVASCRIPT DASAR LOGIKA PROGRAMING
JAVASCRIPT DASAR LOGIKA PROGRAMING

Tipe Data Primitif dalam JavaScript: Fondasi Utama Logika Kode

Dalam JavaScript, setiap nilai (value) yang Anda simpan ke dalam sebuah variabel pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok besar: Tipe Primitif (nilai dasar/tunggal) dan Tipe Referensi (seperti Object dan Array).

Karakteristik utama dari tipe data primitif adalah mereka bersifat immutable (tidak dapat diubah struktur dalamnya). Jika Anda mengubah variabel primitif, Anda sebenarnya menimpa (mengganti) nilai lamanya dengan nilai yang benar-benar baru, bukan memodifikasi nilai aslinya.

JavaScript modern memiliki 7 tipe data primitif. Mari kita bedah satu per satu.


1. String (Teks)

Digunakan untuk menyimpan deretan karakter (teks). Anda bisa menggunakan tanda kutip tunggal ('...'), kutip ganda ("..."), atau tanda backtick (`...` ) untuk Template Literals.

JavaScript
let kota = "Surabaya"; // Kutip ganda
let profesi = 'Developer'; // Kutip tunggal // Template Literal (Sangat disarankan karena mendukung interpolasi variabel)
let perkenalan = `Halo, saya seorang ${profesi} dari ${kota}.`; 

2. Number (Angka)

Berbeda dengan bahasa pemrograman lain (seperti PHP atau Java) yang memisahkan tipe angka menjadi Integer (bil angan bulat) dan Float (bilangan desimal), JavaScript hanya memiliki satu tipe: Number.

JavaScript
let umur = 25; // Bilangan bulat (Integer)
let suhu = 36.5; // Bilangan desimal (Float) // Number juga mencakup nilai spesial:
let hasilBagiNol = 10 / 0; // Output: Infinity
let salahHitung = "Teks" * 5; // Output: NaN (Not a Number)

3. BigInt (Angka Raksasa)

Tipe data Number memiliki batas aman maksimum, yaitu 9007199254740991 (Number.MAX_SAFE_INTEGER). Jika Anda perlu melakukan perhitungan presisi tinggi melebihi angka tersebut, Anda harus menggunakan BigInt.

Cara membuatnya adalah dengan menambahkan huruf n di akhir a ngka.

JavaScript
let angkaBiasa = 9007199254740991;
let angkaRaksasa = 9007199254740991n + 2n; // BigInt

Catatan: Anda tidak bisa mencampur operasi matematika antara Number biasa dengan BigInt secara langsung.

4. Boolean (Logika Benar/Salah)

Tipe data ini hanya memiliki dua kemungkinan nilai: true (benar) atau false (salah). Ini adalah tulang punggung dari semua logika percabangan (if/else) dalam pemrograman.

JavaScript
let isDataSynced = true;
let isMenuOpen = false; if (isDataSynced) { console.log("Data berhasil disinkronisasi!");
}

< !---->

5. Undefined (Belum Didefinisikan)

Ini adalah nilai default yang diberikan otomatis oleh JavaScript ketika Anda mendeklarasikan sebuah variabel (menggunakan let atau var) tetapi belum memberikan nilai apa pun ke dalamnya.

JavaScript
let dataPengguna;
console.log(dataPengguna); // Output: undefined

6. Null (Kosong yang Disengaja)

Jika undefined berarti "belum diisi", maka null berarti "sengaja dikosongkan". Programmer biasanya mengatur nilai sebuah variabel menjadi null untuk menandakan bahwa variabel tersebut saat ini tidak memiliki nilai atau data tersebut memang tidak ada.

JavaScript
let hasilPencarian = null; // Menandakan sistem sudah mencari, tapi hasilnya kosong

Fakta Unik JS (Quirk): Jika Anda mengecek tipe data null (typeof null), JavaScript akan menjawab "object". Ini adalah bug abadi dari versi pertama JavaScript yang tidak pernah diperbaiki agar tidak merusak website-website lama.

7. Symbol (Identifier Unik)

Tipe data ini diperkenalkan pada ES6 (2015). Symbol digunakan untuk membuat nilai yang dijamin 100% unik, meskipun Anda membuat deskripsi yang sama. F ungsi utamanya adalah untuk membuat kunci (key) pada Object agar tidak terjadi bentrok nama properti (property collision).

JavaScript
let id1 = Symbol("id");
let id2 = Symbol("id"); console.log(id1 === id2); // Output: false (Keduanya benar-benar unik)


Tabel Perbandingan dan Ringkasan

Tipe Data Contoh Nilai Pengecekan (typeof) Penjelasan Singkat
String "Halo Dunia" "string" Teks atau deretan karakter.
Number 42, 3.14, NaN "number" Angka bulat maupun desimal.
BigInt 9007199254740992n "bigint" Angka sangat besar (di luar batas aman Number).
Boolean true, false "boolean" Logika benar atau salah.
Undefined undefined "undefined" Variabel ada, tapi belum diisi nilai.
Null null "object" (Bug JS) Variabel sengaja dikosongkan.
Symbol Symbol('id') "symbol" Nilai unik untuk identifier tingkat lanjut.

Menguasai perbedaan antara null dan undefined adalah salah satu langkah krusial, terutama saat Anda menarik data (API fetching) dari database untuk memastikan antarmuka frontend tidak error saat menangani data yang kosong.

Stories

avatar

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.


Bagikan artikel ini

Stay Connected